Tampilkan postingan dengan label My Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Life. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Mei 2012

Kapan Bisa Kesini???

Nah, ini dia tempat  wisata yang pengen banget aku jabanin :) Cekidot

GUNUNG  BROMO


Gak seserem yang dibayangin koq. Saat akan mendaki gunung bromo, udah disiapin anak-anak tangga menuju kepuncaknya.  So, kita gak perlu takut tergelincir atau tersesat dihutan belantara :)

SEMINYAK & KUTA, BALI


Nah, yang ini agak sedikit ekstrim. Bunggy jumping. Yak, menurut kabar sih vanue bunggy jumping banyaknya di Bali. I really wanna try to do this :)

MALIOBORO, YOGYAKARTA


Kalo kota yang satu ini gak asing lagi dong. Pengen banget ngerasain jalan ke Malioboro, ngerasaain suasana yang masih tradisional. Suasana yang Jowo banget, batik dimana-mana, delman dan becak disana-sini. Exited ^_^

So, Ayo nabung... nabung... nabung....

Nah, klo yang di dalam negri udah dijabanin, next destination ke luar negri juga asik banget kan :) (ngimpi) hihihihi


Sumber: dari berbagai sumber

Sabtu, 30 April 2011

Pagi yang Melelahkan

Fiuh.....
Seperti biasa hari Jum'at adalah jadwal senam di kantorku. Mau tak mau, suka gak suka harus bangun lebih awal kalau gak mau disorakin pegawai lain pas ketahuan dateng telat. Sebenarnya sih udah kebal disorakin kalo dateng telat tapi pagi ini emang seharusnya dateng cepat coZ perangkat perang buat senam (Speaker, dll) disimpen (untuk hari ini saja) diruang persembunyianku alias ruangan komputer tempat ku bersemedi.

Yups, seperti biasa, setelah bangun tidur aku masih berleyeh-leyeh di kamar demi mengumpulkan tenaga. Gak lama koq, cukup 30 menit yang diisi dengan buka FB bentar lewat HP dan nonton video klipnya Suju, SNSD, 2PM dan Wonder Girl. hehehe


Setelah yakin untuk bangun akupun melanjutkan untuk shalat subuh (meskipun agak kesiangan) dan kemudian menuju dapur menyiapkan bekal utuk makan siang. Tak lama kemudian ada yang meneleponku menanyakan kunci ruangan tempat speaker tadi disimpan. 
Secepat kilat aku mandi, luntang lantung tak karuan, persis orang yang lagi ketinggal kereta. Nyisir rambut sekenanya dan nyiapin bekal makan siang secepatnya.


Pas sampai kantor masih ngos-ngosan bekal hancur berantakan, ngak bedakan lagi, rambut acak-acakan, pokoknya gak banget. Benar-benar SEMPURNA...

Hmm... kapan sih insyafnya? Cewek koq acak kadul gitu? Gak disiplin. Katanya mau berubah? Mana Janjinya???


Selasa, 26 April 2011

Bingung Mau Ksh Judul Apa Ni Postingan

Camlikum.....
Wah udah lama nih gak ngepost, jadi kangen sama "tempat persembunyianku" hehehe
Sebenarnya sih banyak yang mau aku Posting, tapi berhubung akhir-akhir ini rada sibuk (bukan lantaran banyak kerjaan) tapi karna banyak fikiran. hiks. Sangking banyaknya, gak tau lagi apa dulu yang mau di posting. Intinya sekarang lupa sama apa aja yang mau posting. hihi... dasar pikun.

Baiklah, gimana kalo nyeritaan kejadian kemaren. Cekidot.... kita dengar kronologis ceritanya.

Sore itu aku dan Wiro makan di kedai batagor milik Kabatag (lagi). Seperti biasa, kedua jomblo cantik nan anggun itu (bagi yang gak setuju boleh ambil pisau dan bunuh diri) itu saling bertukar cerita. Mulai dari si Wiro yang lagi tersinting-sinting ngefans sama Super Junior  sampai  kebeteanku akhir-akhir ini. Awalnya sih biasa-biasa aja tapi lama kelamaan, kedua mahluk aneh bin ajaib ampun DJ itu mulai berkeluh kesah masalah kejombloan tiada akhir. Fiuh....

Kalau udah ngobrol, lupa sama keadaan sekitar. Kalaupun ada badai pasti gak berasa. Kecuali kalau ada badai cowok cakep lewat, pasti radar kami langsung menyala otomatis dan pembicaraan langsung terhenti seperkian detik. Dalam hati masing-masing berucap 'Lumayan ngasih vitamin mata'. Dengan dalam tempo sesingkat-singkatnya, secepat-cepatnya dan semupeng-mupengnya menatap ke objek "pemandangan indah itu" Langsung berhayal yang gak penting, berharap yang gak pasti dan berdoa kepada Ilahi smoga yang dihayalin tadi bisa nyata. ckckckc, sableng...

Tapi ini yang nyata, pas kami lagi cerita dan saling berkeluh kesah dengan semangat 45 dan menggebu-gebu, tanpa sadar rupanya ada sepasang ABG yang sedang makan juga di sebelah kami. Berhubung tempatnya outdor dan ngepor, so jadi ngak ngeh kalau ada orang juga disebelah kami. Lagi pula, disamping kami juga ada seonggok batang rimbun ynag berjuntai pasrah, jadi gak tau kalau ada orang disana. wkwkwk

Aku dan wiro saling menatap ketika tanpa sengaja kami menoleh karena ada bayangan orang yang bergerak. Weeeeewwwwwwwwwwwwww..... Dia gak denger kan apa yang kita bicarain tadi???? Bisa malu dong, kalau mereka denger isi curhatan ekstrim dan membabi buta kami tadi.
'Gak, mereka gak denger. Kita kan lagi di depan jalan raya, ramai dan berisik so pasti mereka gak denger apa yang kita bicarain tadi'. Kami saling menghibur.

Faktanya, terkadang aku sadar seketika kalo ngomong seringkali suara kayak pake Toa, besar dan menggelegar. Bikin merinding yang denger. Jadi, besar kemungkinan pasangan ABG tadi denger apa yang kami rumpiin tadi. Sebenernya sih gak banyak dan gak ekstrim, paling seputar kejombloan, kerjaan, masalah keluarga yang desak kapan punya pacar, ditinggal pacar nikah, keuangan yang mulai menipis, masalah jerawat, drama korea yang lagi booming, mantan pacar, cowok yang lagi ditaksir dan hal-hal menyedihkan lainnya.

Gak banyak dan gak ekstrim kan?



Sabtu, 09 April 2011

Hypochondria

Hypochondria...
Udah pernah denger belum? Aku juga baru tau artinya pas baca buku "Babi Ngasot"nya Raditya Dika. Penasaran, aku pun mencari artinya di Google.

Sebenernya, dari bukunya Raditya Dika inilah, untuk pertama kalinya aku mendengar istilah Hypochondria


Hypochondri adalah kelainan mental di mana para penderitanya yakin bahwa mereka terserang penyakit yang serius. Penderita hypochondria memiliki kekhawatiran berlebih akan setiap keluhan ringan yang menyerang tubuh mereka. Padahal, bisa aja itu cuma keluhan biasa, bukan penyakit serius seperti yang mereka anggap. Makanya, nggak heran kalo mereka LANGSUNG MEMERIKSAKAN PENYAKIT TERSEBUT KE DOKTER.

Ya, sepertinya saat ini aku sedang terjangkit Hypochondria!
Beberapa hari ini telingaku berasa pengang/bindeng kayak kemasukan air tapi kadang-kadang hilang. Pas cerita sama si enyak, beliau bilang langsung periksa ke Dokter aja. Awalnya sih aku cuek tapi begitu dengar Kak Alice (kakakku yang pertama) bilang 'Kemaren ada temenku yang kayak gitu, lama-lama matanya gak bisa liat, lehernya ga bisa noleh dan nanti dia mau ke RS. Cipto di Jakarta. Kayakya sih ada syaraf di kupinya yang terganggu.' Mendengar kakakku membicarakan temannya, sontak aku menjadi ketakutan. Jangan-jangan kalau gak cepat diatasi aku akan mengalami hal serupa kayak teman kakakku itu. Iiiih.... serem juga kalo dibayangi.

Sorenya, aku minta sepupuku untuk menemani ke Dokter THT. 
Tiba di sana ternyata masih menunggu antrian yang begitu panjang. Gak nyangka, akhir-akhir ini banyak orang yang terkena ganguan telinga. Apa karena akhir-akhir ini Palembang panas banget? Gak taulah, yang pasti aku lagi cemas atas vonis apa yang dijatuhkan sang Dokter pada kupingku. 

Duduk di kursi panjang tempat dokter praktek emang gak enak. Begini toh rasanya nunggu vonis sang dokter. Jiper juga cuy... Timbul semacam ketakutan didiriku. Takut ada apa-apa sama si kuping. Apa gendang telingaku pecah, atau syarafnya juga terkena (kayak teman kakakku tadi) Apa yang sebenarnya terjadi pada kupingku?????????

Sekian jam kemudian namaku dipanggi. Disuru duduk di kursi "terdakwa". Sang dokterpun menanyakan keluhaku kemudian melihat kupingku dengan seksama, memeriksa tenggorongan dan hidungku. Kemudian ia bertanya.

Dokter : 'Apa kamu sedang flu?'

Aku : 'Iya dok, tapi sudah mendingan. Cuma kayaknya masih ada cairan di tenggorokan saya.' 

Dokter: 'Iya, saya tahu,'

Aku: 'Jadi, gimana dok? Apa telinga saya gak apa? Gendang telinganya gak apa-apa kan dok?'

Dokter: 'Telinga kamu gak apa-apa, bindeng yang kamu alami karena efek flu. Sekarang saya kasih resep obat tapi kalau masih bindeng kamu ke bagian fisioterapi aja biar lebih jelas'

Aku: 'Jadi beneran gak apa-apa dok?' Aku masih penasaran dan gak percaya.

Dokter: 'Iya!' Sang dokter menjawab singkat.

Alhamdulillah....

Semoga aja Hypochondria gak lagi menyerangku. Bisa stres juga kalo mikirin penyakit yang sebenarnya gak seserem yang kita bayangkan. Intinya, jagan panik dulu kalau ada "something troble" didiri kamu. Cobalah berfikir positiv dan tenang. :)